26
Nov
09

Mencintai ilmu

Alhamdulillah
Langkah awal dalam mencari cinta akan segera berakhir.

Namun tidak berarti cinta saya akan berakhir sampai disini.

Mendekati kepulangan ke Indonesia, semakin terbukalah mata hati ini, betapa ilmu yang luas, yang seperberapa bagiannya bisa saya nikmati disini, tidak akan pernah habis.

Dia telah memberikan kesempatan kepada saya untuk bisa menikmati semua ini, yang kelak harus saya berikan juga kepada orang lain.

Jika kemarin di negeri sendiri saya mendapatkan cinta dari orang di sekitar saya.Ternyata disini, cinta itu semakin saya rasakan, meskipun saya jauh dari orang yang mencintai saya, bukan hanya dari orang lain, dari alam, dari ilmu, dan semua ini berasal dari Dia.

Allahu akbar..betapa tidak enaknya orang yang masih mengeluh karena mencari ilmu, karena semakin banyak mengeluh, ilmu akan meninggalkan kita.

Tetapi semakin tekun, semakin kita menikmati sulitnya suatu ilmu, ilmu akan semakin mencintai kita.Ilmu akan menempatkan diri di hati kita, semakin lekat,semakin dalam.

Betapa sombongnya diri kita yang merasa sudah menguasai ilmu kita, merasa sebagai spesialis di bidang tertentu..segera istighfar.

Betapa malunya kita, jika masih mengeluh dalam mencari ilmu,……….

Ada sebagian ilmu yang tidak tersentuh di Indonesia,..dan kewajiban kita untuk memulai dari awal, dari titik nol. Dan itu membutuhkan kerja keras, kesabaran

Maka jika ada sesuatu yang bisa kita sisihkan untuk memperkaya diri di bidang ilmu, let’s do it. Jangan gunakan uang untuk memperkaya dan mempercantik diri physically, tapi gunakan uang untuk memperkaya diri akan ilmu. Ilmu itu mahal…of course, kita buat jaringan dimana kita bisa belajar dari internet, saling memperkaya diri dengan ilmu. Mengirimkan informasi tentang sesuatu yang baru.

Saya kemarin di perjalanan di train satu tempat duduk dengan seorang dokter di jakarta sekaligus dosen di sebuah universitas ternama di Jakarta (kayak buser aja ya) yang sedang riset disini, kami bercakap2x tentang apa yang kami lakukan di Leiden. Dokter tersebut belajar tentang HPV pada cervical cancer, giliran saya yang bercerita ,saya menceritakan bahwa saya disini belajar tentang farmakogenetik dan farmakoekonomi, tanggapan beliau,:  apakah itu ilmu baru? kok saya baru dengar?apa bedanya dengan farmakokinetik? kenapa harus dilakukan farmakoekonomi? kapan dilakukan farmakoekonomi?

Ya Allah, pada saat itu yang terlintas di pikiran saya adalah farmasis di Indonesia, this is the new chance, very suprised…..Dan sangat berharap semoga mahasiswa saya minimal semester 6 sudah paham akan hakekat ilmu ini. Saya sedih, sekaligus bahagia, karena saya mempunyai kesempatan untuk memperkenalkan ilmu ini kepada  sejawat saya (happy), tetapi sekaligus saya merasa apakah saya sanggup berjuang untuk memperkenalkan ilmu ini kepada mahasiswa saya, suatu tanggung jawab yang berat, karena yang menguasai ilmu ini di yogyakarta adalah seorang dokter juga lulusan dari Groningen University, The Netherland.

Maka para sejawatku, jangan menyerah dengan pekerjaan yag bertumpuk sehingga kita tidak sempat untuk belajar.Tunjukkan kecintaanmu pada Nya, salah satunya dengan mencintai milik Nya yaitu unbordened science, Ilmu yang tiada batasnya…

Subhanallah, semoga mereka yang membaca pesan ini, segera memulai membuka diri untuk terus belajar dan belajar lagi..never stop to be a moeslim pharmacist

kind regards


2 Responses to “Mencintai ilmu”


  1. 1 aferiza
    March 27, 2010 at 5:09 am

    salam, mohon copy…menarik artikel ini. trimas.

    Aferiza


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: