28
Dec
09

Kenapa?

Kenapa ya suasana seperti ini?
Enak di rumah, daripada di tempat kerja
Kenapa ya mereka membuat suasana seperti ini?
Kenapa ya hanya berkata kata saja?
Dan kenapa pula tidak ada aktualisasi?
Kenapa yang beraktualisasi justru disingkirkan?
Kenapa hanya yang berkata kata diindahkan?
Sebenarnya, paham atau tidak?
Mana yang benar mana yang salah
Kenapa suasana hati jadi lelah?
Namun tidak bila kembali mengingat MU ya Rabbi Izzati
Lalu kenapa mereka belum atau tidak mengingat Mu
Sehingga suasana menjadi enak, ditunjukkan mana yang benar dan mana yang salah
Sekedar berkata-kata
Akhirnya, kenapa KAMU TIDAK BISA DIAM?
Dyah AP


3 Responses to “Kenapa?”


  1. February 7, 2010 at 12:28 pm

    mengapa ?
    mengapaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa?
    mengapaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa?
    pa pa pa pa pa (bunyi gema)

    coba kita tanya pada rumput yang bergoyang.

    goyangnya mesti kearah angin bertiup

  2. February 7, 2010 at 12:30 pm

    mengapa ?
    mengapaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa?
    mengapaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa ?
    coba tanya pada rumput yang bergoyang

    mesti condongnya ke arah angin yg bertiup
    masak melawan angin


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: