28
Dec
09

Netherland

Setelah pulang dari haji, seminggu kemudian aku bertolak ke Schipol. Aku belum pernah sama sekali ke Eropa. Perjalanan diawali dari Yogya ke Jakarta dengan suamiku, sampai di Jakarta, penerbangan dilanjutkan ke Singapura. Ternyata ketika check in di bandara Jakarta, ada mafia bandara yang iseng meminta uang dalam jumlah yang lumayan besar supaya barangku bisa masuk ke pesawat (karena bagasi lebih dari 20 kg) padahal untuk mahasiswa boleh sampai 30 kg, tapi gak tahu begitulah perilaku salah satu individu indonesia.
Aku sadar itu resiko seorang perempuan pergi sendiri, aku sempat cerita sambil menangis dengan suamiku sesaat sebelum boarding. Namun dia terus mensupport dan meyakinkan bahwa aku bisa menghadapi semua kendala selama perjalanan.
Perjalanan ke singapura lancar dan aku harus pindah ke terminal yang jauh dari terminal kedatangan untuk boarding pass pesawat ke belanda. Aku harus berlari untuk mengejar waktu boarding pass yang semakin sempit. Jadi teringat saat sa’i di mekah, berlari-lari kecil. Kalau ini lari luar biasa besar.
Perjalanan 11 jam sampai di Schipol, aku sudah dijemput teman kecilku Maureen, kebetulan bareng teman2x dari Indonesia lainnya, sehingga mereka bisa membantu membawakan koper yang segede lemari.
Dari schipol ke leiden, kami naik kereta 10 menit, dan dari leiden ke leiderdorp kami naik bis. Cuaca saat itu sangat dingin sekali, masih ada sisa salju.
Setelah sampai ke leiderdorp, aku bertemu frank, diberi kunci, frank membantu membawakan koper ke lantai 2. Alhamdulillah sampai saat ini aku diberi kemudahan, batinku saat itu..
Setelah istirahat sejenak, aku dan Maureen kembali ke leiden dengan bis untuk mengambil sepeda mbak silvi sebagai alat trasnportasi utamaku di leiden. Setelah itu maureen mengajakku berkeliling naik sepeda di centrum leiden, terutama tempat-tempat penting seperti tempat belanja, balaikota, toko turki.
LUMC sendiri letaknya tidak jauh dari stasiiun.
Kami menghabiskan sehari itu sampai jam 6 sore, sampai akhirnya kami kembali ke leiderdorp by bike. Alhamdulillah dengan sedikit2x tersesat, akhirnya sampai juga ke leiderdorp.
Kasihan maureen, bolak-balik mengantar. Tapi dia ikhlas, Ya Allah, berikan maureen kemudahan dalam studi dan hidupnya.
Malam itu, malam pertama di eropa, aku bersyukur, malam itu aku akhiri dengan membuat indomie dari indonesia, sebelum akhirnya sholat dan tidur. Aku sempat mengirim sms ke suami, bahwa aku sudah sampai dan baru beradaptasi. Ya Allah, alhamdulillah atas kesempatan yang Engkau berikan kepadaku, aku mencoba untuk memejamkan mata dan berharap kebaikan pada esok hari, hari pertama aku masuk LUMC.

Selama di Netherlands, aku juga sempat mengunjungi tempat2x wisata baik itu di Leiden maupun di luar Leiden.
Tempat yang kukunjungi di Leiden adalah museum yang menyimpan barang2x khas dar berbagai daerah di dunia, museum windmollen, benteng (apa namanya lupa) tempat bersejarah lain , misalnya berbagai almhouse. O ya ada juga pasar tradisional yang hanya muncul di hari rabu, sabtu di leiden tepatnya di daerah balai kota, kedai panekuk tradisional, etc.
Pada kedatanganku yang pertama di belanda, aku sempat mengunjungi rumah Henk-Jan di gouda serta melihat-lihat centrum Gouda dengan Henk-Jan dan keluarga. Gouda adalah produksi keju yang terkenal di Belanda, Amsterdam (sekedar jalan-jalan di centrum dan wisata dengan river boat), Rotterdam (melihat kebun binatang), Enschede (Perbatasan dengan Jerman) rumah Mama Maureen, Den Haag (kedutaan dan centrumnya), Volendam (foto tradisional) dan Brussel (belgium). Kedua tempat terakhir ini aku kunjungi dengan mbak Lisna (FK UI ). Kebanyakan tempat yang sempat aku kunjungi saat di belanda tersebut, mempunyaai ciri khas yang hampir sama yaitu adanya gedung2x tua yang artistik. Namun di Amstersdam banyak bangunan yang sudah tersentuh oleh tangan tangan modern.
Daerah Enschede yang berbatasan dengan Jerman merupakan lingkungan yang bersih, kecil dan sepi, ketika melewati perbatasan, tidak ada perbedaan yang signifikan antara belanda dan jerman, hanya tipikal bangunan di jerman yang lebih modern dan halamannya lebih luas.
Suasana di leiden sendiri, masih gelap ketika aku berangkat kantor jam 8 dan jam 16 juga sudah gelap ketika pulang kantor,orang lebih banyak tinggal dalam ruangan dengan pemanas ruang pada saat musim dingin ini. Sepi dan Sendu, kesanku, terutama ketika sudah memasuki leiderdorp.
namun, orang2x cukup bersahabat terutama dengan pendatang baru.

Alhamdulillah 2 bulan pertama di Belanda sudah cukup banyak tempat yang aku kunjungi, ilmu yang aku peroleh dan pengalaman kebudayaan yang berbeda dengan Indonesia.Cuaca pada bulan Januari s/d aret 2009 ini cukup tidak bersahabat karena akhir dari winter yang cukup ber-es buatku, tapi alhamdulillah berkat masukan teman2, aku bisa cepat menyesuaikan diri.


0 Responses to “Netherland”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: