24
Feb
10

Harapan seorang pasien

Harapan seorang pasien, ketika masuk ke rumah sakit adalah sembuh, atau berkurang penyakitnya. Namun beberapa pengalaman yang dialami penulis etika masuk rumah sakit, sempat membuat penulis tercengang, karena tidak menyangka akan mengalami hal ini.
Berawal dari care terhadap pasien UGD yang kurang, tidak adanya koordinasi antara bidang di rumah sakit sehingga terjadi 2 x pemeriksaan lab dalam waktu yang hampir bersamaan. Kejadian berikutnya seperti dosis berlebihan pada saat pemberian obat intra vena, tidak ada monitoring terhadap penggunaan obat dengan indeks terapi sempit, berkurangnya dosis obat yang masuk akibat kerusakan pada pemasangan infus, peresepan obat di luar DPHO yang extravagant dan memberatkan pasien, pemberian obat non evidence based serta adverse drug reaction yang dialami setelah pemberian obat. Beberapa hal ini, yang dialami pasien saat di rumah sakit dapat menghambat kesembuhan pasien karena peningkatan biaya di beberapa aspek tersebut. Direct cost, indirect cost dan tangible costakan menngkat dan mungkin tidak dirasakan oleh pasien.
Sekali lagi saya ingatkan kepada mahasiswa farmasi, para bimbingann saya , teman sejawat apoteker untuk meningkatkan optimalisasi diri di keilmuan kita, sehingga sekali lagi, pasien benar benar mendapatkan keuntungan dari terapi yang diberikan..sukses, dan tetap belajar


0 Responses to “Harapan seorang pasien”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: