02
Jun
10

Setelah jadi larutan DNA, selanjutnya apa?

Setelah DNA siisolasi dan dibuat dalam bentuk larutan, kemudian ditempatkan dalam plate. untuk dilakukan proses selanjutnya (PCR). Setelah proses PCR, maka kita mendapat hasil genotype dari setiap individu. Jika kita membuat 3 SNPs sekali PCR, maka selanjutnya dilakukan analisis cross tab (Chi square), untuk mengetahui degree of Linkage Disequilibrium (LD) antar beberapa SNP’s tersebut kuat atau tidak. Jika p0.05 maka hubungan non random antara polimorfisme yang berbeda loci atau berbeda SNPs tidak kuat. Jika hubungan tidak kuat, maka proses selanjutnya membuat kemungkinan haplotipe dari SNP’s tersebut. Kemudian Dicek kembali LD nya. Proses tersebut dilakukan dengan berbagai macam software haploview, hapmap dsb, dengan memanfaatkan GeneBank di PubMed. Setelah muncul haplotipe 1 dan 2 (dari allele 1 dan 2) maka bisa dilihat haplotipe dan frekwensi allele.Jika ada dua ras, maka bisa dibandingkan dengan analisis statistik cross tab untuk melihat perbedaannya.
selamat mencoba, sukses


2 Responses to “Setelah jadi larutan DNA, selanjutnya apa?”


  1. 1 itsme
    June 2, 2010 at 4:53 pm

    ibu belajar farmakokinetik itu mencakup ttg DNA juga ya??? hubungannya seperti apa? kok kelihatannya agak ribet ya…

    • June 3, 2010 at 11:10 pm

      bisa dihubungkan dengan mutasi gen, misalnya terjadi mutasi di enzim pemetabolisme, akibatnya pparameter farmakokinetik akan berubah. Misalnya kadar dalam obat bisa berkurang, kan hubungannya dengan parameter farmakokinetik seperti t1/2 AUC t maks,sukses


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: