20
Jun
10

Perjalanan ke Paris


Alhamdulillah, tidak disangka sebenarnya, atau merupakan hal yang diimpikan seseorang untuk sampai di Paris, mungkin terlalu berlebihan.
Persiapan ke Paris sudah kami lakukan 2 bulan sebelumnya, mulai dari pesan tiket bis, supaya sesuai dengan budget mahasiswa seperti kami.
Sementara pesan hotel kami lakukan sebulan sebelumnya, melalui online booking.
Setelah menempuh perjalanan sekitar 7 jam dari Den Haag,akhirnya kami serombongan sampai di Galieni. Sebenarnya kami sudah belajar sebelumnya sistem metro disini. (Terimakasih Pak John Wisse, yang memberikan kursus singkat mengenai metro ini, juga merekomendasikan tempat yang sebaiknya kami kunjungi. Thank you for your short course about metro system,also tourism in Paris), namun begitu sampai di Galieni, kami masih bingung juga mengenai mekanisme beli tiket metro untuk sehari jalan. kami lihat di sekeliling, orang 2x membeli tiket dengan mesin, seperti di belanda. Tapi kami tidak familier dengan mesin itu, akhirnya kami disarankan oleh seseorang untuk datang ke bagian informasi. Disana kami menjelaskan akan pergi ke wilayah eiffel dan sekitarnya selama 1 hari, dan kami diberi tiket seharga 5.9 euro. Sistem metro di Paris mirip di Singapura, tiket itu untuk membuka pintu masuk ke arah pemberihentian metro, jadi di dalam metro tidak ada pemeriksaan tiket. Dan selama kita belum keluar, dengan kata lain hanya ganti2x metro, maka tiket itu masih bisa dipakai.

Setelah kami naik metro, sampai di stasiun terdekat dengan hostel kami, kami mengalami beberapa kesulitan. Kami datang terlalu pagi, jam 7, dan orang yang menempati kamar kami belum check out. kami sebenarnya sudah siap2x mau titip barang saja, kemudian melanjutkan perjalanan keliling Paris. Tapi ternyata, resepsionis baik, mencarikan kamar untuk kami, sehingga kami bisa mandi, istirahat, baru pergi melancong. kami rekomendasikan Hotel Absolute, dekat Goncourt stasiun. Hotel absolut ada di wilayah perkampungan Turki atau muslim, sehingga banyak kebab dan makanan halal dijual di sekitarnya. So, we’re lucky then. Ada masalah lagi, karena ketika booking hotel, kami menggunakan credit card teman, sementara teman itu beda hotel dengan kami, pada awalnya resepsionis tidak mau terima. But….karena hari itu memang kami diberi kemudahan, akhirnya dia mau menerima sehingga kami bisa masuk kamar.
Setelah istirahat, mandi dan sarapan dengan mie gelas, kami mulai perjalanan ke Basilica Sacre coure, di bukit Mount martre.

O ya,perjalanan kami lakukan full dengan metro, sehingga metro map sangat bermanfaat dan membantu kami dalam wisata sehari ini. Kami mencari stasiun metro yang paling dekat dengan Sacre coure, sebuah gereja dengan atab berbentuk kubah. Kami berkunjung kesana, melihat Paris dari bukit, sedikit shoping juga membeli lukisan di daerah Mount matre hill itu. Karena bukit, so….capek naik ke atasnya.

Setelah Sacre coure, kami melanjutkan perjalanan ke Arch de triomph, pintu gerbang. Ya….sekali lagi bangunan tua, kami naik ke atas dan melihat Paris dari atas, juga melihat menara Eiffel dari kejauhan. memang suasana romantic and comfortable pada saat di atas. Tapi ingat ya, untuk naik ke atas membayar 9 euro per person dan naik tangga, tidak ada lift. So…ukur kemampuan baik2x. For me, alhamdulillah pernah sampai ke Gua Hiro, it’s no problem,…but be carefull with your leg…


Kunjungan ketiga adalah louvre musee, tempat monalisa painting disimpan. Tapi karena museum ini buessaaar sekali, kami hanya foto2x disekitarnya dan di depan pyramid. Kaki sudah terasa berat saat itu, karena saat mencari metro di subway pun, jalannya lumayan…..

Kunjungan berikutnya adalah ke eiffel, dan kami melakukan boat trip, dengan membayar 11 euro per person, 1 jam keliling sungai seine, mengelilingi daratan dimana ada gereja nortre dame, wuih…di boat pun, saya sudah terkantuk kantuk, capek di kaki dan lapar karena belum nemu tempat makan yang comfort dan sesuai dengan keinginan kami. Tapi alhamdulillah, kami berempat membawa bekal roti dan minum yang cukup, sehingga tidak menjadi hipoglikemi….
Setelah selesai keliling boat, kami segera menuju eiffel….
Memang pertama, kami terkagum kagum, tapi setelah itu…kok rasanya biasa saja ya, nothing special, hanya tinggiiiii saja, dan susah untuk menemukan tempat yang baik atau posisi yang baik untuk memotret. Mau naik ke atas, aduh….eman2x kaki, walaupun disediakan lift…membayar juga, …yah eropa
Sebenarnya kami ingin menemukan suasana romantic di eiffel dengan menunggu sampai lampu di eiffel dinyalakan, but…jam berapa lampu dinyalakan, sekarang summer, jam 9 malam masih terang benderang. Bisa-bisa pagi nanti kami pulang ke hotel, bisa jadi besoknya ketinggalan bis. Padahal jam 11 besoknya, kami harus sudah di bis untuk pulang ke nl.
Akhirnya kami memutuskan untuk tidak menunggu sampai lampu menyala, karena sudah jam 8 pm (seperti jam 12 siang saja), dan kembali ke hotel.


Oya, kami makan di restauran sekitar eiffel, salad dengan tuna dan kentang goreng…lumayanlah. cukup mengganjal perut.
Kesimpulan ketika sampai di Paris, sebenarnya tempat wisata yang kami kunjungi hanyalah keindahan gedung dan kemegahan eiffel, jadi setelah sampai disana, nothing special for me, biasa saja. Ada pedagang asongan jual gantungan kunci, ada gelandangan tidur di stasiun metro, ada pengemis, ada polisi yang merazia penjual ilegal, sama dengan indonesia…..yang tidak sama, adalah , disini ada atm kondom, yang letaknya di stasiun metro.

Mana yang dikatakan pusat mode, parfum, tas, sepatu, etc….? Orang 2x disini biasa-biasa saja…dari pakaian dan pernak perniknya. Hidup di europe memang keras…itu yang saya simpulkan dari perjalanan di Paris
Jangan2x orang kita aja mungkin yang malah berlebihan, pakai perhiasan bergram-gram ……Pelajaran lagi, orang Paris, tidak senang berbicara bahasa Inggris, so….kita harus pakai sedikit sedikit bahasa isyarat untuk mengatasi hal ini, quite difficult..Contohnya, ketika kami ingin pesan ayam, teman harus menirukan gerakan ayam ketika berkotek, baru mereka ngeh kalau kita pesen ayam (poulle). Jadi sempet belajar dikit2x french language, seperti jambon: babi, tuna:thoun, salmon, saumon, keluar: sortie….susah2x, menghadapi orang yang nasionalismenya tinggi sekali.
kalau ketemu orang muslim, omong arab sekalian, malah agak mudheng….setidaknya tahu Laa:tidak, khomsa:lima, he3x…itu doang tahunya. Tapi bekal perjalanan haji, masih nyangkut dikit2x untuk pesen makanan lewat bahasa arab dengan mereka.
Mungkin itu sedikit perjalanan ke Paris, mungkin bermanfaat untuk teman2x yang berminat untuk melancong kesana.
Suksess….


2 Responses to “Perjalanan ke Paris”


  1. 1 erikaicha
    August 10, 2012 at 10:55 am

    wah perjalanan yang menyenangkan….
    aku boleh minta kontak email gak mbak?
    pengen juga nyobain jalan2 ke paris, mau tanya2 brapa budget yang di abisin disana
    makasi🙂


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: