12
Jul
10

New: ACCP 10 th, Singapore

1. Preconference (NCC, National Cancer Centre), 9 July 2010
Workshop theme : A collaborative approach to chronic disease management.
Singapura juga mengalami masalah yang sama dengan Negara Asia lain, terutama dalam meningkatnya prevalensi penyakit kronik seperti hipertensi, Diabetes mellitus dan dislipidemia. Peningkatan prevalensi tersebut terutama disebabkan karena masalah aging (peningkatan populasi geriatric). Untuk mengatasi permasalahan penyakit kronik tersebut, National Healthcare Group of Singapore membentuk teamwork yang terdiri dari dokter, nurse, farmasi, ahli gizi dan spesialis lain. Beberapa komponen tersebut saling bekerja sama dalam memberikan terapi yang optimal terhadap pasien penyakit kronik. Sebagai contoh; seorang ahli gizi menyesuaikan diet denga dosis insulin agar tidak terjadi efek samping insulin yaitu hipoglikemia.
Teamwork tersebut sudah berjalan baik di Hong Kong, dimana team mengunjungi pasien geriatric dari rumah ke rumah, kemudian mengadakan pendekatan interpersonal, mengidentifikasi DRP, mengatasi dan mencegah DRP potensial. Beberapa aksi yang dilakukan teamwork di Hong Kong adalah membuat diari minum obat, membuat stiker khusus untuk pasien buta huruf (misalnya obat hipertensi diberi stiker gambar jantung, obat yang diminum malam hari diberi stiker bulan), menata obat dalam pill boxes (system UDD) dan juga memberi fasilitas pill cutter untuk obat yang harus diminum setengahnya.
Hasil dari program ini adalah terkontrolnya tekanan darah, kadar gula dan kadar lipid, sehingga program tersebut tetap dilaksanakan untuk jangka panjang.
Para farmasis di HongKong juga membuat platform AMPOULES yang dapat dimanfaatkan pasien untuk mencari informasi dan konsultasi mengenai penyakitnya. Jika pasien menanyakan sesuatu, maka pertanyaan tersebut akan direspon dalam waktu 24-48 jam.
Kesan : Hong Kong sudah memulai gerakan Pharmacist home care dengan teamwork khususnya untuk hidden elderly. Singapura memulai teamworknya di lingkungan rumah sakit.
2. Plenary Dipiro 1 (record), 9 July 2010
Masih dalam bentuk rekaman suara, belum ditranslate
Kesan : keputusan penulis untuk mengambil bidang farmakogenetik dan farmakoekonomi sebagai bagian dari disertasi sudah sesuai dengan prediksi ke depan kebutuhan Farmasi Klinis
3. Plenary Dipiro 2 (record), 10 July 2010
Masih dalam bentuk rekaman suara, belum ditranslate
Kesan: Long life learner, karena semakin ke depan, tugas dan tanggung jawab farmasis semakin besar.
4. Simposium 1 Clinical Pharmacy, 10 July 2010
Theme : Infectious disease related with multi-drug resistence.
Thai Land : Penggunaan kombinasi antibiotic generasi terbaru seperti sulbactam, imipenem, meropenem semakin marak dengan hasil publikasi in vitro dan in vivo pada multi drug resistence. Namun demikian masih harus tetap diperhatikan bahwa publikasi uji klinis masih sangat terbatas, sehingga penggunaan antibiotic tersebut sebaiknya dibatasi.
Malaysia : Penelitian multi-drug resistence TB dan extensively-drug resistence TB, sebaiknya dilakukan sejak awal , mengingat data yang menunjukkan peningkatan prevalensi multi-drug resistance TB.

5. Simposium 2 Clinical Pharmacy, 10 July 2010
Alan Lau : Study terbaru menunjukkan bahwa hiperfosfatemia pada CKD akan mengakibatkan hipokalsemia dan peningkatan paratiroid hormone. Peningkatah PTH secara continue akan menimbulkan toksisitas sistemik seperti CVD, hipertensi, penyakit tulang (Mineral Bone Disorder=MBD) dan penurunan eritropoetin yang berakibat anemia. Jenis obat pengikat fosfat mempunyai keuntungan dan kerugian tersendiri, dimana pemilihan penggunaannya harus disesuaikan dengan kondisi pasien. Jenis obat tersebut adalah : Aluminium pengikat fosfat, Ca pengikat fosfat, sevelamer, lanthanum dan calcimimetic.
Paradigma : CKD  MBD  CVDfracturesmortality
Marker baru yang dapat dipertimbangkan sebagai outcome klinis pada CKD adalah FGF-23.
Kekurangan vitamin D juga berperan dalam CKD-MBD, sehingga diperlukan suplementasi vitamin D. bentuk splementasi vitamin adalah : chek di MIMS ya
Di Malaysia sudah diberlakukan program MTAC, dimana dalam program ini para farmasis melakukan intervensi pada pasien dengan CKD and/or complications. Studi selanjutnya adalah analisis farmakoekonomi mengenai intervensi farmasis tersebut dan meninjau outcome pasien dari kualitas hidup pasien.
Di Taiwan ada herbal yang biasa dikonsumsi oleh masyarakat Taiwan dan ADR yang diakibatkan herbal tersebut adalah nefropati atau dikenal sebagai Chinese Herb Nephropathy. Nama dan kandungan herbal, akan saya confirm lagi

6. Plenary, 11 July 2010
William Kehoe, theme : Role of Clinical Pharmacy in Medication safety
Definisi FarKlin terbaru : American College of Clinical Pharmacy, Pharmacotherapy 2008;28(6);816-817
Medication safety disini berhubungan dengan penggunaan obat psikiatri di Rumah Sakit. Kegiatan yang dilakukan farmasis adalah mereview profil pengobatan, membuat catatan, diskusi denga dokter dan komunikasi dengan pasien.
Tinjauan medication safety adalah gabungan antara meninjau individualisasi terapi dengan melihat system yang ada.
Kondisi di USA saat ini adalah muncul 250 obat baru sejak 1997-2003. Sejumlah 44000-98000 pasien meninggal karena medical errors per tahun dimana sebagian besar disebabkan karena medication error (mencapai $3.5 bilion per tahun).
Medication error yang ditinjau di rumah sakit ini adalah :
a. Prescribing error : dibuat daftar singkatan yang dilarang
b. Trascriing error
c. Dispensing errors
d. Administration errors

Tosisitas obat yang sering muncul adalah : efek samping ekstrapiramidal, efek metabolic, nuisance effect, alergi, DDI (Drug-drug interaction).
Untuk mengurang ADR dan error, maka dibuat Medication Management System (MMS).
Peran farmasis dibagi menjadi :
a. Patients’admission : rekonsiliasi, DDI, alergi dan high risk drug monitoring
b. During hospitalization : konsultasi, manajemen terapi dan ADR
c. Discharge : review medication, rekonsiliasi, konseling dan transition care.

Hal yang berkaitna dengan individualisasi pasien: rekonsiliasi, ADR, renal dosing, TDM, konsultasi dan high risk drug
Hal yang berhubungan dengan system : DUE dan alert, edukasi dan formulasi.
Dibuat juga MERP (medication Errors Reduction Plan) seperti:
a. membuat alert, merubah terapi
b. staff training
c. list of high risk drug
d. membuat protocol untuk terapi antikoagulan, pemeriksaan farmakokinetik dan menentukan medication variances (errors)

MERP : desainmonitorrevisedesain, etc

7. Simposium 3 Clinical Pharmacy, 11 July 2010
Theme: Diabetes mellitus
China : Home care services terhadap pasien penyakit kronik
Singapore : berawal dari pertanyaan dokter apakah insulin glargine dapat menyebabkan kanker. Presentasi diawali dengan time line produksi insulin dari sapi, babi dan sintesa human insulin. Insulin dibedakan berdasarkan onset dan durasi kerjanya. Perbedaan tersebut terjadi karena adanya substitusi asam amino yang berbeda beda di setiap jenis insulin. Dari berbagai penelitian disimpulkan bahwa inulin garglin tidak menyebabkan kanker. Namun Dm itu sendiri and/or komplikasinya merupakan faktor resiko dari penyakit kanker.
ThaiLand: 2 tahun yang lalu Negara ini masih dalam kondisi dimana ada 13000 apotek dalam 1 negara, namun hanya ditemukan 13% diantaranya yang benar-benar dilayani oleh farmasis. Kondisi ini sebenarnya tidak jauh beda dengan di Indonesia. Namun saat ini telah terjadi perubahan besar pada Farmasi Komunitas. Dimana para farmasis komunitas sudah mampu melakukan home care terhadap pasien Diabetes mellitus. Dari hasil kerja para farmasis komunitas ini selama 2 tahun, muncullah pedoman pelayanan kefarmasian tehadap pasien Diabetes mellitus di Negara tersebut. Para farmasis yang boleh melakukan home care telah melalui suatu tahap training dan mendapat akreditasi dari organisasi farmasis di Thai Land.

8. Simposium 4 Pharmacy Practice
Theme: Futured Pharmacists
Farmasis di masa depan perlu dibekali dengan ilmu farmakoepidemiologi dan farmakoterapi yang semakin diperkuat terutama dalam menghadapi suatu outbreak (KLB) atau kondisi alam yang tidak terduga seperti disasters.
Beberapa contoh peran farmasis dalam menghadapi disaster adalah farmasis boleh memberikan resep baru untuk penyakit kronik dan juga boleh memberikan antibiotic.
Dalam menghadapi outbreaks tertentu, misalnya H1N1, farmasis merupakan vaksinator untuk orang dewasa dan anak-anak di sekolah.
Farmasis masa depan, sebaiknya semakin memahami ilmu DDI (tinjauan Switch cheese model, Horn JR , Pharm. Times, March 2000 dan Ko Y et al, Drug Safety, 2008)
Peran farmasis dalam mengatasi DDI ada pada Horn and Hanster, Pharm Times, March 2000.
Tidak semua DDI clinically significant and clinical impact of DDI is difficult to determine.
Di Philipina, Farmasis masa depan juga berperan dalam Public Health (kesehatan Masyarakat). Kurikulum pendidikan di UP sudah desesuaikan dengan peran farmasi dalam Public Health. Para mahasiswa farmasi dalam suatu teamwork terjun ke masyarakat dan tinggal bersama mereka selama 3 minggu untuk melakukan training, research dan service.
Kurikulum yang dibuat, berdasar pada reality based learning dengan melakukan update terhadap ilmu PH dan memberikan role model yang baik terhadap mahasiswa.
Kompetensi yang dibutuhkan untuk farmasis public health adalah:
a. komunitas
b. akuntabilitas
c. ethical practice
d. service

Perlengkapan : lecturing and handbook

Di masa mendatang ilmu farmakoekonomi diperlukan untuk memenuhi ECHO : Economic, Clinical, Humanistic and Outcome).
German merupakan Negara yang paling rendah expenditure nya dalam pengobatan di dunia. Hal ini terjadi karena, German banyak mempunyai kebijakan yang berhubungan dengan penggunaan obat, sehingga variasi pengobatan tidak mengakibatkan burden di negara ini.
USA sudah mulai merubah kebijakan tentang obat, sehingga economic burden juga akan berkurang…kapan Indonesia akan melakukan ini? Let’s think, do and evaluate it together..
Sooo, kira-kira kapan Indonesia akan menjadi seperti mereka…kita tunggu gerakan dari farmasis muda…


0 Responses to “New: ACCP 10 th, Singapore”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: