17
Mar
11

Apa yang mempengaruhi kadar obat dalam darah dari sisi polimorfisme?

Bismillah
saya merangkum materi ini untuk memperjelas pemahaman saya sendiri dalam menulis disertasi saya yang semakin kompleks dan rumit. And also for my students, my colleagues..
Jika ada yang ingin mengikuti jejak saya, so please contact me….
Obat seperti yang anda ketahui bisa mencapai konsentrasi tertentu dalam darah.
Dari sisi polimorfisme, banyak komponen yang akan berperan menentukan konsentrasi obat ersebut dalam darah.
See:
1. Protein transporter (ABCB1), polimorfisme yang terkenal adalah C3435T, wah sudah terbukti mempengaruhi konsentrasi obat dalam darah pada variannya
2. Sitokrom P 450 yang subenzimnya semakin banyak, salah satu yang berperan dalam metabolisme >50% obat adalah CYP2D6, dari situ kita bisa menentukan termasuk EM, IM, PM atau UM. Indonesia paling banyak adalah EM (extensive metabolizers). so aman aman sajalah. Tapi jika ada populasi indonesia yang UM (ultra rapid metabolizers), you know, kadar obat dalam darah akan turun…then you know about the efficacy of this drug. So please be carefull dengan obat yang berpotensi menginduksi atau menginhibisi enzim ini, sementara digunakan juka obat lain yang merupakan substrat enzim ini. Drug interaction…you know
3. Polimorfisme di reseptornya, ini termasuk dalam proses farmakodinamik…tidak mempengaruhi kadar obat dalam darah
4. Polimorfisme di senyawa yang memediasi uptake obat ke dalam sel, misalnya sel hati. Nama senyawanya adalah Organic cation Transporter (OTC) , while OTC 1 yang paling banyak terekspresi di dalam sel hati. Jika terjadi polimorfisme pada OTC 1, maka ada 2 kemungkinan menjadi lebih fungsional atau lebih non fungsional. Jika lebih fungsional, maka kadar obat yang diuptake ke dalam sel hati akan lebih banyak, dan sebaliknya. Ternyata sudah banyak ditemukan polimorfisme di OTC 1 yang merubah fungsi asam amino…
Jika seorang human punya OCT1 yang inaktif maka uptake obat ke sel hati untuk dimetabolisme juka terganggu. So kadar obat dalam darah tinggi, hal ini menimbulkan meningkatnya efikasi atau mungkin malah timbul ADR. Anyway, hal ini tidak terjadi pada obat yang dominasi transfernya melalui difusi pasif atau lebih bersifat lipofil….keren ya mekanismenya. Subhanallah, ..
Wah complicated ya perjalanan obat dalam darah.
Dulu hannya tahu ADME, sekarang dalam A ada polimorfi, dalam D ada polimorfi, jangan jangan semua polimorfi…kadar obat hanya dikit di darah, tidak berefek….poor patients kan?
Apa yang harus dilakukan pharmacists untuk tahu hal ini…
Learn and learn
Bests
Dyah


0 Responses to “Apa yang mempengaruhi kadar obat dalam darah dari sisi polimorfisme?”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: