Kuliah saya diawali di Fakultas Farmasi UGM tahun 1994 dan lulus S1 tahun 1998. Satu tahun kemudian, saya lulus pendidikan Apoteker.
Pendidikan Magister Farmasi Klinik (MFK) saya tempuh dari tahun 2001 dan selesai tahun 2003. Selama menempuh kuliah di MFK, saya melakukan praktek klinik di RSAL Ramelan Surabaya (bagian interna dan infeksi), RS Cipto Mangunkusumo Jakarta (bagian Obstetri Gynekologi dan Pediatrik), RS Bethesda (Pusat Informasi Obat) dan RSUP Dr Sardjito (bagian geriatric dan syaraf) Yogyakarta.
Setelah lulus S2, saya mendapat kesempatan untuk magang di RS Sutomo Surabaya dan di RS Pendidikan Universiti Sains Malaysia.
Pendidikan S3 mulai saya tempuh tahun 2006 di FK UGM dengan beasiswa BPPS.
Tahun 2008 saya mendapat beasiswa DIKTI untuk melaksanakan sandwich program di salah satu universitas di Belanda. Leiden University Medical Centrum menjadi pilihan saya untuk bidang ini.
Tahun 2009 saya mendapat beasiswa dari NUFFIC untuk melaksanakan Program Doktor Sandwich di Leiden University Medical Centrum (LUMC) sampai 2012.
Selama menempuh pendidikan S3 di LUMC saya harus menjalani kursus wajib seperti Communication in Science dan Regression Analysis. Untuk menyelesaikan S3 di LUMC, kandidat doctor harus publikasi di jurnal internasional dengan high impact factor sebanyak 4 artikel.
Disertasi yang akan saya selesaikan adalah bidang farmakogenetik dan farmakoekonomi.
Saya ingin mengetahui profil farmakogenetik dari reseptor, transporter dan enzyme pemetabolisme antagonis reseptor 5HT 3 yang kemungkinan menyebabkan obat ini
Sampel yang saya ambil adalah ludah pasien untuk diambil DNA nya, serum pasien untuk mengetahui kadar ondansetron dalam serum dan wawancara pasien untuk mengetahui kualitas hidupnya. Pengukuran kualitas hidup pasien dengan menggunakan EORTC QLQ-C30 dan SF-36. Saya sudah melakukan forward-backward translation dan proses validasi untuk mendapatkan kuesioner dalam bahasa Indonesia.
Saat ini, artikel mengenai translasi dan validasi kedua kuesioner ini sedang dalam proses article submission di Quality of Life Research journal.
Satu artikel mengenai farmakogenetik di bidang onkologi juga sedang dalam proses submission di Acta Oncologica journal.
DNA pasien akan diperiksa dengan menggunakan alat Taqman. Proses isolasi DNA dari ludah saya lakukan sendiri. Keuntungan sample ludah adalah; penyimpanan hanya di suhu kamar saja dan bias bertahan selama bertahun-tahun.
Saat ini saya masih harus mencari sekitar 50 pasien kanker yang mendapat cisplatin untuk menuntaskan penelitian ini.

New…
Kiat-Kiat Meraih Beasiswa Luar Negeri.
Dyah A Perwitasari M.Si, Apt
Dosen Fakultas Farmasi
Universitas Ahmad Dahlan
E-mail : diahperwitasari2003@yahoo.com

Kandidat Doktor dari Fakultas Kedokteran UGM dan Department of Clinical Pharmacology and Toxicology, Leiden University Medical Centre
(peserta Sandwich Program dari NUFFIC)

Peluang untuk belajar di luar negeri sekarang ini terbuka luas dengan semakin meningkatnya kapasitas beasiswa yang ditawarkan oleh lembaga-lembaga donasi luar negeri. Jumlah beasiswa yang diberikan pun sangat menggiurkan, dengan semua sarana yang ditanggung oleh pemberi beasiswa, sehingga kita bisa belajar dengan baik dan nyaman di negara tersebut. Banyak peminat yang sebenarnya punya kemampuan untuk meraih peluang tersebut, tetapi karena kurangnya persiapan dan pengetahuan tentang persyaratan aplikasinya sehingga gagal untuk meraih beasiswa tersebut.
Penulis akan berbagi pengalaman mengenai kiat-kiat yang harus dipersiapkan untuk meraih beasiswa dari negara lain. Pertama, hal yang sebaiknya dipersiapkan bersifat administratif. Ijazah dan transkrip nilai diterjemahkan dalam bahasa Inggris mulai dari tingkat SMA dan seterusnya. Demikian juga dengan Daftar Riwayat Hidup dengan daftar publikasi ilmiah yang sudah kita lakukan.
Langkah kedua adalah mempersiapkan proposal singkat (outline research) dalam bahasa Inggris, sekitar dua halaman dan diperjelas pada bagian latar belakang dan metodologi penelitian. Penjelasan yang baik dan sistematik akan menjadi daya tarik tersendiri bagi calon promotor untuk bersedia membimbing kita. Pada beasiswa Sandwich Program, maka dicantumkan juga jadwal selama melaksanakan program tersebut meliputi berapa kali kedatangan ke negara yang dituju dalam setahun dan berapa lama kita akan tinggal dalam satu kali kedatangan. Jika anda berminat hadir dalam seminar internasional, sebaiknya dicantumkan dalam jadwal agar bisa didanai.
Langkah ketiga adalah tingkatkan kemampuan berbahasa Inggris dengan bukti tertulis bisa berupa hasil ITP TOEFL atau IELTS. Pada umumnya, syarat nilai ITP TOEFL minimal 550 dan nilai IELTS minimal 6.0. Tes ITP TOEFL atau IELTS hanya dilakukan pada waktu dan tempat tertentu. Untuk ITP TOEFL bisa dikoordinasi oleh pusat pelatihan bahasa di institusi masing-masing atau pusat pelatihan bahasa di UGM. Sedangkan jadwal tes IELTS bisa melihat ke http://www.indonesia.idp.com .
Berkas yang sudah kita siapkan pada langkah pertama sampai ketiga sebaiknya disimpan dalam bentuk soft copy. Jika kita sudah mempersiapkan langkah pertama dan kedua, maka kita bisa mulai mencari universitas yang akan kita tuju, atau bisa juga mencari nama calon promotor yang mempunyai bidang penelitian yang sama dengan kita. Jika nama calon promotor sudah didapat, maka kita hubungi melalui e-mail dengan melampirkan berkas yang sudah disiapkan pada langkah pertama sampai ketiga.
Sambil menunggu jawaban dari calon promotor tersebut, kita bisa mencari calon promotor dari universitas lain. Kadang-kadang calon promotor memberikan respon yang baik yaitu menerima/menolak dengan pemberitahuan, tetapi ada juga yang tidak merespon sama sekali. Jika calon promotor tersebut menerima, maka kita minta kesediaannya untuk membuat Letter of Acceptance (LOA) yang menyatakan bahwa beliau bersedia menerima kita sebagai mahasiswanya. Jika calon promotor menolak, maka kita kirimkan berkas kita ke calon promotor lain. Pengalaman dari penulis, proses ini memakan waktu sekitar 6-12 bulan. Selama menunggu jawaban dari calon promotor, penulis mencari informasi mengenai syarat-syarat yang dibutuhkan untuk mengajukan aplikasi ke institusi pemberi beasiswa dan mengikuti kursus intensif bahasa Inggris TOEFL. Sehingga, ketika ada jawaban dari calon promotor, maka syarat-syarat aplikasi beasiswa juga sudah kita siapkan.
Ketika kita mencari calon promotor, sebaiknya berasal dari negara yang mempunyai institusi pemberi beasiswa untuk negara berkembang seperti ADS, DAAD, NUFFIC dan masih banyak lagi. Kita harus jeli mengamati apa saja yang dibiayai oleh institusi tersebut. Jangan sampai kita memilih institusi yang hanya memberi beasiswa untuk research dan tuition fee. Jika hal itu sampai terjadi, maka kita masih memikirkan biaya hidup sendiri. Pada prinsipnya semua institusi mempunyai syarat hampir sama, seperti adanya LOA, ijazah dan transkrip yang sudah diterjemahkan dan dilegalisasi, rencana penelitian. Beberapa institusi juga mensyaratkan umur maksimal ketika aplikasi beasiswa tersebut dilakukan. Waktu aplikasi beasiswa juga berbeda, ada yang dua kali atau hanya sekali dalam setahun.
Demikian kiat-kiat yang dapat penulis sampaikan, selamat mencoba dan semoga anda menjadi salah satu peraih beasiswa tersebut.


30 Responses to “Kuliah dan Beasiswa”


  1. 1 Azis Ikhsanudin
    March 15, 2010 at 9:58 pm

    matur nuwun informasinya, mugi2 kulo saget nyusul mbakyu diah. tetap semangat jenengan memang luar biasa, dibalik orang luar biasa pasti ada kluarga yang sangat luar biasa……sukses!! ta tunggu kiat-kiatnya yang jitu2.

  2. 3 Bayu
    July 6, 2010 at 3:09 pm

    Bu Dyah yang baik, saya Bayu, mahasiswa fakultas kedokteran Universitas Indonesia. Saya memerlukan validasi dari form SF-36 untuk Indonesia, karena kebanyakan form tersebut yang tervalidasi berupa bahasa inggris. Apakah Bu Dyah mengetahui dimana saya dapat mencari hasil validasi dari form SF-36? Sebenarnya, apa saja yang dapat mempengaruhi hasil validasi dari SF-36? Apakah masyarakat sekitarnya? atau bahasa dari masyarakat sekitar?

    Terimakasih banyak atas perhatian Ibu Dyah.

    Hormat saya,
    Bayu

  3. 5 Mia R.
    November 30, 2010 at 9:04 am

    Salam kenal, Bu Dyah.
    Saya Mia, mahasiswa Fakultas kedokteran Universitas lambung Mangkurat.
    saat ini saya sedang mulai menyusun tugas akhir. dan kebetulan memerlukan kuesioner SF-36.
    yang saya dapat, kuesioner tsb kebanyakan berbahasa asing, seperti bahasa Inggris.
    apakah Bu Dyah mengetahui dan bisa membantu saya untuk mendapatkan kuesioner sf-36 yang divalidasi dalam bahasa Indonesia?
    Terima kasih, Bu!

    Hormat saya,
    Mia.

  4. 7 daril
    December 4, 2010 at 10:44 pm

    Assalamualaikum,
    Bu perkenalkan saya daril, bisa dibilang adik kelas ibu di f.farmasi ugm baik si maupun s2 nya (meskipun terpautnya jauh, apt th 2005, mfk 2009). saya secara tidak sengaja ketemu dengan blog ibu ini, dan alhamdulillah banyak back dari ibu yang mirip dengan saya,seperti kehilangan anak dan menikah muda . saat ini saya sedang mengusahakn sekolah lagi (mohon doanya), meskipun saya bukan dari kalangan akademisi spt ibu. Yang ingin saya diskusikan dengan ibu (semoga tidak mengganggu waktu ibu), adalah :
    1. minat saya ke f.epid, bagaimana menurut ibu?
    2. bagaimana prospek farmakoepidemiologi di indonesia?
    3. Jika dilihat dari urgensinya, kira2 lebih urgen mana bu antara f.ekonomi dengan f epid?

    Maturnuwun sanget ibu, jika tidak keberatan saya ingin bisa terus bertukar pikiran dengan ibu di kesempatan berikutnya.
    Salam untuk keluarga. daril

  5. 9 zainab
    December 28, 2010 at 12:05 pm

    makasih bu diah infonya, komplet. sukses bu diah.

  6. 10 Imam Rosyada
    December 15, 2011 at 2:37 pm

    Assalamualaikum
    Bu saya Imam mahasiswa semester 7 dari Universitas Diponegoro, saya sedang membuat skripsi. Kebetulan saya memilih menukur kualitas hidup. Untuk itu saya mau minta tolong kepada ibu apakah bisa diskusi mengenai SF-36 terutama validitas dan reliabilitas versi Indonesia.
    Terimakasih.
    Wassalamualaikum

  7. 12 diana
    April 15, 2012 at 1:44 pm

    assalamualaikum Bu Dyah…
    Prkenalkan nama sy Diana.sy mhsiswi FK yg skg sdg mnyusun skripsi…sy ksulitan mncari form Sf-36 dlm format indonesia…dmn sy hrus mncari y bu…sy mohon bantuannya bu…kalo bs sy juga ingin brdiskusi dgn ibu…trima kasih atas wktunya..
    Wassalam..

  8. 14 Rakhmah
    July 10, 2012 at 6:25 pm

    Selamat malam, Bu Dyah.
    Perkenalkan, saya Rakhmah mahasiswi Universitas Indonesia.
    Bu Dyah, sehubungan dengan riset yang akan saya dan teman.teman lakukan mengenai kualitas hidup, kami memohon bantuan ibu untuk bisa mendapatkan kuesioner SF-36 dalam versi bahas indonesia juga informasi mengenai validitas dan reliabilitasnya.
    Saya mewakili teman-teman sudah mengirimkan pesan ke alamat email Ibu yang tertera di atas.
    Mohon Ibu Dyah berkenan untuk menjawab jika ada kesempatan.
    Terima kasih.

  9. 16 Astin Prima Sari
    November 17, 2012 at 9:24 am

    Bu diah, saya residen THT undip. bermaksud mengadakan penelitian ttg kualitas hidup. saya membutuhkan kuisioner SF-36 versi Indonesia yang sudah tervalidasi. Mhn bantuannya. Saya sudah kirim email ke ibu. Terima kasih sebelumnya.

  10. 18 Firda
    February 5, 2013 at 9:58 am

    selamat siang bu dyah..
    saya firda mahasiswa fkundip sem 7 yang juga berencana menggunakan kuesioner sf 36 untuk penelitian skripsi saya..mohon bantuan ibu dyah untuk mendapatkan kuesioner sf 36 bahasa indonesia yang tervalidasi…
    terimakasih banyak bu.

  11. 19 melaordinarygirl
    March 4, 2013 at 10:29 am

    assalamualaikum, ibu maaf mengganggu sebelumnya.
    perkenalkan nama saya melawati saya adalah mahasiswa semester delapan di Fakultas Ilmu Keperawatan UNPAD. saat ini saya sedang menyusun skripsi tentang kualitas hidup pasien Multi Drugs Resistance Tuberculosis di RSHS Bandung. berdasarkan jurnal-jurnal yang saya baca, kuisioner yang paling relevan untuk mengukur kualitas hidup pada pasien ini adalah menggunakan SF-36. sampai saat ini saya belum mendapatkan kuisioner versi Indonesianya bu, oleh karena itu saya sangat memohon bantuan ibu untuk bisa mendapatkan kuisioner SF-36 dalam versi bahasa Indonesia juga informasi mengenai validitas dan reliabilitasnya. terima kasih banyak bu,
    wassalam

  12. June 2, 2013 at 8:33 pm

    hey there and thank you for your information – I have certainly picked up something
    new from right here. I did however expertise a few technical issues using this website, as I experienced to reload the web
    site a lot of times previous to I could get it to load properly.

    I had been wondering if your web host is OK? Not that
    I am complaining, but slow loading instances times will often affect your placement in google and can damage your high-quality score if ads and marketing with Adwords.
    Well I’m adding this RSS to my email and can look out for much more of your respective interesting content. Ensure that you update this again very soon.

  13. 21 Feri Dini K.
    June 13, 2013 at 4:00 pm

    Assalamualaikum wr.wb
    Selamat sore Bu Dyah. Saya Feri Dini K dari ilmu keperawatan fk ugm, mohon ijin bu, apakah saya bisa memohon softfile kuisioner SF-36 versi bahasa indonesia beserta data validitas dan reliabiltasnya? dikarenakan saat ini saya sedang menyusun penelitian yang salah satu variabelnya juga kualitas hidup dan saya masih mencari instrumen tersebut Bu, Mohon jawabanya Bu dyah , terima kasih, wass. wr.wb

  14. 22 Andre
    August 26, 2013 at 7:47 pm

    selamat malam bu diah , kebetulan saya juga bermaksud mengadakan penelitian kualitas hidup dan membutuhkan kuisioner df 36 indonesia yang tervalidasi. bila diperkenankan saya mohon bantuannya. saya sudah kirim email ke ibu. terimakasih banyak bu

  15. 23 vivi ruriansyah
    October 14, 2013 at 2:49 am

    Assalamualaikum… perkenalkan bu dyah saya vivi, sebelumnya saya mahasiswa fakultas farmasi universitas setia budi solo,namun saat ini saya sedang menjalani studipprofesi apoteker di universitas airlangga, yg ingin saya tanyakan bagaimana ya bu cara memperoleh full scholarship untuk program pascasarjana ilmu farmasi? Mohon bimbingannya… terima kasih

  16. 25 Febbealya
    January 23, 2014 at 10:24 am

    Selamat Siang Bu Dyah.
    Perkenalkan, nama saya Febbealya, saat ini saya sedang menjalani perkuliahan Magister Profesi Psikologi di Unika Atma Jaya. Saya ingin melakukan penelitian intervensi terhadap penderita Myasthenia Gravis. Saya tertarik untuk menggunakan SF-36 versi bahasa Indonesia. Jika Ibu Dyah tidak keberatan, apakah saya boleh menghubungi Ibu untuk bertanya lebih lanjut mengenai kuesioner SF-36 yang telah Ibu kembangkan?
    Terima kasih Ibu Dyah.

  17. 27 Nurwanti
    January 27, 2014 at 7:46 am

    Assalamualikum,Wr.Wb..
    Maaf menggangu bu dyah, saya Nurwanti Mahasiswi Keperawatan STIKES Alma’Ata Yogyakarta, saya mahasiswi yg lagi menyusun tugas akhir, saya membutuhkan kuesioner kualitas hidup SF-36 versi indonesia, beserta Validity dan Reliabelnya Bu, saya Telah menghubung email ibu yg tertera diatas, Jikalau Ibu berkenan, sangat saya tunggu Balasan Bu dyah. terimakasih Bu. wassalam.

  18. 29 ika maylina
    February 11, 2014 at 2:14 pm

    Assalamualaikum bu dyah, perkenalkan nama saya ika bu, saya mahasiswi profesi apoteker fakultas farmasi ubaya surabaya, saya ingin menanyakan bagaimana caranya mendapatkan schoolarship pasca ilmu farmasi di autria atau jerman yah bu? Saya berkeinginan melanjutkan s2 di sana. Mohon bimbingannya yah bu, trimakasih wassalamu’alaikum.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: