19
May
12

Umrah dengan Melodia, Ridlo dan Bapak


Alhamdulillah,
AKu dan anak-anak bisa menemani bapak untuk menjalankan ibadah umrah. Sesaat terlintas lagi tawaran anak-anak untuk umrah bersama, ketika mereka tidak bisa mengikuti defense bundanya di Leiden (karena keterbatasan dana tentunya), sehingga ada ide untuk umrah bersama, setelah aku pulang dari belanda.
Luar biasa mengamati semangat mereka sejak awal, mengikuti imunisasi meningitis dan juga mengikuti manasik. Ridlo juga semangat belajar memakai pakaian ihram.
Ketika keberangkatan, aku cuma berdoa, mudah mudahan ibadah kami lancar, anak-anak tidak rewel selama satu minggu dan bisa kembali pulang lagi dengan selamat.
Ini merupakan pengalaman kedua untuk anak anak dalam bepergian ke luar negeri, jadi mereka sudah familiar dengan kerumitan pemeriksaan imigrasi. Hanya saja untuk bepergian dengan pesawat selama 9 jam, ini merupakan pengalaman pertama untuk mereka. Dulu, saat ke Phuket, penerbangan tidak terlalu lama, hanya sekitar 3 jam saja.
Sedikit kekecewaan tamak terlihat di wajah Ridlo, ketika tahu bahwa tidak ada tv di tiap kursi pesawat, namun dasar anak anak, hanya sebentar, mereka sudah enjoy lagi.


Setelah 9 jam perjalanan, akhirnya sampai di Jeddah. Sampai di imigrasi semua lancar, sampai kami tiba di hotel di Madinah. Dari Jeddah ke Madinah, kami naik bus selama 3 jam. Kami sampai di Madinah jam 2 dini hari.
Saking semangatnya, setelah mandi dan istirahat, melodia dan ridlo langsung mengajak ke masjid nabawi untuk shalat tahajjud dan subuh di sana.
Ya, aku turuti saja mereka…Setelah subuh, adalah acara makan pagi. Agak kaget juga karena suasana makan seperti itu, kasihan anak-anak. Namun alhamdulillah, mereka mau antri makan seperti itu dan makan dengan lauk yang ada.
Selama di Madinah, kami selalu usaha sholat wajib di Nabawi. Melodia semangat sekali ke Raudhah, meskipun harus antri berjam jam, dia jadi paham, perjuangan untuk mencapai tempat indah di surga adalah tidak mudah.
Terharu aku melihat semangat melodia dan ridlo selama di madinah.

Saat, ziarah pun mereka juga enjoy…


Tiba saatnya untuk berangkat ke Mekah, untuk memulai ibadah umrah dan memulai niat umrah.
Nampaknya Ridlo sudah kecapekan di Madinah 3 hari, jadi pada saat memulai niat umrah, dia sudah nampak kelelahan.
Namun, tetap aku semangati.
Alhamdulillah, hotel di mekah dekat sekali dengan Masjidil haram…hanya 5 menit jalan kaki.
Ketika kami akan masuk ke masjidil haram untuk melaksanakan thawaf dan sa’i, aku sudah berdebar debar, karena khawatir dengan stamina anak-anak.
Sesaat sebelum masuk masjid, ridlo mulai mimisan…jelas sudah dia kecapekan. Aku gak bisa membayangkan bagaimana nanti saat thawaf dan sai…Aku cuma berdoa saja, ya Rabb beri kekuatan pada mereka untuk menyelesaikan ibadah ini.
Ketika pertama melihat Kabah, aku lihat melodia menangis, sementara Ridlo cuma tercengang…tak sadar, aku juga ikut terharu…
Kami mulai thawaf di pinggir, sambil berulang ulang memeriksa hidung ridlo, alhamdulillah ada dokter anak di rombongan kami, dan ridlo adalah anggota favorit di rombongan kami…sehingga banyak yang perhatian dengan kondisi ridlo..
Saat thawaf selesai, dan menjalankan ritual lain seperti sholat sunnah 2 rakaat dan minum air zam zam, ridlo mulai mbeleret, dia bilang kebelet pipis…artinya kami harus pisah rombongan. Akhirnya aku ambil keputusan untuk sa’i sendiri dengan anak anak, tidak ikut rombongan.Dengan sisa sisa ingatan mengenai lingkungan masjidil haram saat haji dulu, aku berharap bisa menyelesaikan ibadah ini…bismillah
Aku beresi dulu urusan anak anak. Sementara eyang kakung tetep ikut rombongan.
Setelah anak anak selesai pipis dan wudlu lagi di luar masjidil haram, kami melanjutkan sa’i. Yah….ridlo sudah capek ssekali, sehingga sa’i kami lambat sekali, hampir 2 jam, tapi akhirnya selesai juga…Alhamdulillah kucium kedua anakku saat di bukit Marwah.
Kemudian kami tahalul, juga ridlo, rambutnya dihabiskan, lalu kami pulang ke hotel bertiga.
Alhamdulillah…anak anakku sudah haji kecil, dan aku sendiri yang membimbing mereka untuk melaksanakan haji kecil..haru dan bangga bisa membimbing anak anak sendiri.
Aku merasa enjoy sekali saat sa’i dengan anak-anak, walaupun lama…..

Selama di Masjidil haram, kami juga sholat wajib di masjid. Melodia minta dibimbing thawaf sunnah setiap hari. Eyang kakung juga minta thawaf sunnah sendiri. Alhasil sehari bisa 2-3 x aku thawaf sunnah.
Alhamdulillah, aku dan Melodia bisa saling menjaga saat sholat di Hijr Ismail.
Saat di Mekah, kami ikut ziarah dan tak lupa shopping sendiri di Hotel Hilton….he he he
Akhirnya tiba saat kepulangan ke Indonesia. Saat thawaf wada, aku melihat melodia dan ridlo sempat menangis saat berdoa di depan kabah, entah apa yang mereka pikirkan, namun melodia sempat berdoa, ingin haji dengan bunda nya…Amin ya Nak..doakan bunda mu masih bisa mendampingi.
Banyak pelajaran selama perjalanan umrah ini, paling tidak untuk anak anak, eyang kakungnya dan aku sendiri.
Semoga kami bisa mengambil manfaat dari perjalanan ibadah ini
Untuk ku ini perjalanan terindah, dengan anak anakku, karena aku bisa bersama mereka untuk berdoa di rumah Alloh dan membimbing mereka sampai selesai menjalankan ibadahnya.



0 Responses to “Umrah dengan Melodia, Ridlo dan Bapak”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: